Satukanal.com, Nasional – Bagi penerima suntikan vaksin Covid-19 jenis Sinovac banyak yang bertanya-tanya, apakah masih efektif cegah varian omicron?
Studi terbaru yang dilakukan Sinovac BioTech menemukan suntikan ketiga (booster) vaksin dapat menghasilkan lebih dari dua kali lipat tingkat antibodi penetralisir guna melawan Covid-19 varian Omicron.
Hasil penelitian tersebut dilakukan dengan melibatkan 20 orang yang sudah divaksin penuh (dua dosis) CoronaVac (vaksin Covid-19 buatan Sinovac) dan 48 orang lainnya yang menerima tiga dosis vaksin.
Dikutip dari cnbcindonesia, tujuh dari 20 orang kelompok pertama dan 45 orang dari kelompok kedua memiliki antibodi penetralisir untuk melawan varian Omicron.
Sementara itu, World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar warga yang mengalami gangguan sistem imun tubuh (immunocompromised) atau penerima vaksin Covid-19 inactivated segera menerima vaksin booster Covid-19 untuk melindungi diri dari penurunan kekebalan.
Rekomendasi ini dirilis Strategic Advisory Group of Experts (SAGE) untuk imunisasi usai mengadakan pertemuan pada Selasa pekan lalu untuk mengevaluasi kebutuhan akan booster vaksin Covid-19.
Alejandro Cravioto selaku Ketua SAGE mengatakan vaksin memberikan tingkat perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah setidaknya selama enam bulan, meskipun data menunjukkan kekebalan terhadap penyakit parah berkurang pada lanjut usia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.
“Untuk saat ini kami terus mendukung perlunya pemerataan distribusi (vaksin) dan penggunaan dosis ketiga hanya pada mereka yang bermasalah kesehatan atau orang yang telah menerima vaksin inactivated” ujarnya.
Sebagai informasi, terkait booster vaksin Covid-19, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan program ini akan dilakukan pada tahun 2022. Program ini akan dilaksanakan dalam dua skenario. Para lanjut usia (lansia) dan penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan akan ditanggung APBN. Sisanya harus bayar sendiri (mandiri).
Editor : Naviska


