Satukanal.com, Kota Malang – Meskipun warga Kota Malang saat ini sudah mulai bebas beraktivitas seperti sedia kala, bukan berarti kasus Covid-19 sepenuhnya hilang.
Bahkan per tanggal 22 November 2022 lalu, terdapat sebanyak 15 pemakaman yang menggunakan standar protokol kesehatan Covid-19.
Tak hanya itu, bahkan dikabarkan bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian pasien Covid-19 di RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) juga mengalami peningkatan.
Kendati demikian, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif menyebut hingga kini belum ada rencana menambah ruang baru untuk penanganan Covid-19 di RSSA, maupun membuka kembali Isoter. Sebab, kasus yang terjadi belum mencapai tahap kritis.
“Kan kita masih rendah (kasusnya), karena belum mencapai titik kritis. Sampai saat ini yang kita kuatkan hanya peringatan protokol kesehatan,” ujar Husnul, Rabu (23/11/2022).
Sementara itu, jumlah warga Kota Malang yang hingga saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit masih berada di angkat 4,49 persen.
Husnul menambahkan, jika ternyata didapati kapasitas ruangan di rumah sakit penuh dengan pasien Covid-19, maka besar kemungkinan mereka bukanlah warga Kota Malang.
“Warga Kota Malang yang dirawat di rumah sakit itu ada 4,49 persen, dan tersebar di beberapa RS, tidak hanya terpusat di RSSA. Kalau ternyata ada lebih dari 4,49 persen, itu berarti yang dirawat bukanlah warga Kota Malang,” sebutnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa salah satu yang menjadi faktor penyebab kematian meningkat akibat Covid-19 ialah adanya komorbid yang diderita oleh si pasien.
Oleh karenanya, demi mencegah kasus Covid-19 kembali meningkat, Husnul mengimbau supaya masyarakat dapat memperkuat penerapan protokol kesehatan.
“Kalau kita tetap mengimbau untuk penerapan protokol kesehatan itu kita tingkatkan, lalu vaksinasi juga. Sebenarnya dua itu saja, bagaimana kita mendisiplinkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, dan memaksimalkan bagi yang belum vaksin atau booster,” pungkas dia.
Pewarta: Lutfia
Editor: U Hadi


