Satukanal.com, Jombang – Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) menggeruduk Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, Kamis (24/3/2022).
Kedatangan mereka untuk mempertanyakan penindakan kasus korupsi yang ada di Kota Santri.
Puluhan massa yang dipimpin oleh Joko Fattah Rochim ini berangkat dari base camp FRMJ sekitar pukul 09.00 WIB, dan sampai di depan Kantor Kejari Jombang pukul 10.00 WIB.
Dalam penyampaiannya, Fattah menyoroti kinerja Kejari Jombang dalam menegakkan hukum dan juga pemberantasan kasus korupsi di Jombang.
Menurut Fattah, sudah banyak kasus korupsi di Jombang dan harus segera diselesaikan.
“Hari ini kami menuntut kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jombang untuk menegakkan aturan hukum, dan berantas korupsi di Jombang. Ini juga sebagai bentuk refleksi kami menyambut Hari Jadi FRMJ ke-16, dan juga sebagai penyambutan kepada Kajari baru,” ucap Fattah, Kamis (24/3/2022).
Fattah melanjutkan, kasus korupsi di Jombang termasuk banyak dan perlu penanganan khusus agar tidak terus terulang.
Namun saat ditanya lebih lanjut mengenai berapa jumlah kasus korupsi di Jombang yang belum terungkap dan pengusutannya mandek, Fattah berdalih tak bisa menjelaskan secara rinci karena kasusnya terlalu banyak.
“Untuk berapa kasusnya, banyak yah jadi belum bisa menghitung. Kami juga tadi membawa satu kardus berisi data-data. Tapi tidak akan kami buka di sini, memang tadi sudah disuruh masuk untuk berkoordinasi terkait persoalan ini,” sebutnya.
Kepala Kejari Kabupaten Jombang, Tengku Firdaus sempat menyambut massa aksi di depan Kantor Kejari Jombang.
Tengku Firdaus mengapresiasi penyampaian aspirasi oleh FRMJ berjalan tertib dan terkontrol.
“Saya apresiasi ini sebagai bentuk kontrol terhadap tegaknya hukum di Kabupaten Jombang. Ini sangat berharga bagi kami. Saya sebagai ketua baru aktif dua Minggu memang belum banyak yang bisa saya lakukan,” ujarnya ke para pendemo.
Ia menekankan bahwa Kejari Jombang bekerja secara profesional, terbuka, dan transparan. Ia juga berharap pihak kejaksaan dan elemen masyarakat dapat bersama-sama mengawal dan menjaga Jombang agar lebih baik lagi ke depannya.
“Kemudian ada dokumen, silahkan disampaikan, nanti kita akan bentuk tim. Penegakan hukum harus ada kepastian hukum, hitam di atas putih. Walaupun nanti ada kasus yang sudah masuk Tipikor pidana kami tidak akan segan untuk menegakkan hukuman,” tegasnya.
Pewarta: Anggit Pujie Widodo
Editor: U Hadi


