Satukanal.com, Nasional – Dalam sepak bola, nomor punggung dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting. Oleh karena itu, banyak klub di seluruh dunia yang memutuskan untuk memensiunkan nomor punggung dari para pemain legendaris atau berjasa besar untuk tim mereka.
Di Indonesia, klub-klub juga memiliki kebiasaan yang sama untuk memberikan penghormatan kepada para pemain mereka, baik itu pemain lokal maupun asing. Selain itu, beberapa klub juga memensiunkan nomor punggung sebagai bentuk penghargaan untuk pemain yang telah meninggal dunia.
Berikut Tim-tim yang Memensiunkan Nomor Punggung:
Beberapa klub di Indonesia yang terkenal dengan kebiasaan memensiunkan nomor punggung pemainnya adalah Arema FC, Persis Solo, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan Persela Lamongan.
Arema FC
memensiunkan nomor 47 milik Achmad Kurniawan untuk mengenang sosok kiper yang meninggal dunia pada 2017 akibat komplikasi penyakit. Adik kandung Achmad, Kurnia Meiga, juga mendapat penghormatan yang sama setelah terpaksa pensiun karena sakit.
Persis Solo
memensiunkan nomor 33 milik Diego Mendieta, pemain asal Paraguay yang meninggal dunia karena sakit dan menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia.
Persebaya Surabaya
memensiunkan nomor 19 milik Eri Irianto, salah satu kiper terbaik mereka yang meninggal pada 2000 setelah terlibat dalam insiden tabrakan dengan pemain PSIM Yogyakarta. Selain mempensiunkan nomor punggung, Persebaya juga memajang jersey milik Eri di museum klub.
Persija Jakarta
memutuskan untuk memensiunkan nomor 12 sebagai penghormatan kepada fansnya yang disebut Jakmania. Klub menganggap Jakmania sebagai pemain ke-12 yang telah berkontribusi penting dalam kesuksesan klub selama ini.
Persela Lamongan
Memensiunkan nomor 1 milik Choirul Huda setelah sang kiper meninggal dunia pada 2017 akibat kecelakaan saat bertanding. Meskipun mendapat pertolongan medis, nyawa sang pemain tidak tertolong.


